Antara Mencegah dan Mengubah dalam Nahi Munkar (Kriteria Orang-Orang Beruntung pada Surat Ali Imron ayat 104. bag-4)
Selain menyeru dengan kebaikan-kebaikan dan memerintah berdasar kearifan-kearifan lokal (ya-muruuna bil-ma'ruf), orang-orang beruntung (al-muflihuun) selanjutnya yang tertera di surat Ali Imron ayat 104 adalah mereka yang (bisa) mencegah kemungkaran (yanhauna 'anil-munkar). Saya jadi ingat, ada hadits yang populer untuk hal ini lalu seperti jadi pegangan bagi mereka yang melakukan sesuatu atas nama dakwah. Hadits kira-kira seperti ini: من رأى منكم منكرا فليغيره بيده فإن لم يستطع فبلسانه فإن لم يستطع فبقلبه فلذالك أضعف الإيمان Hadits ini setidaknya bisa dilihat pada lima kitab. Pertama, Shahih Muslim pada kitab al-iman Bab Bayanu Kaun al-Nahy 'an Munkar minal-Iman (bab penjelasan tentang eksistensi mencegah kemungkaran dari keimanan -penulis). Nomor haditsnya 186 dan 187. Imam Muslim meriwayatkan hadis ini melalui jalur sanad Abu Bakar bin Abu Syaibah. Kedua, Sunan Abu Dawud pada kitab al-Shalat bab al-Khutbah Yaum al-Id. Nomor haditsnya 1142. Ada juga di kitab al-Malahim ...