Postingan

Bukan Kerja Keras Saja, Ada Faktor Lain yang Membuat Anda Berhasil Meraih Apapun.

Gambar
Beberapa kali membaca kisah, mendengar cerita, hingga melihat orang yang berhasil dan sukses, kebanyakan kita akan bilang (atau bahkan mereka sendiri yang bilang) bahwa: kesuksesan mereka karena kerja keras dan usaha mereka sendiri.   Atau Anda yang saat ini berhasil dan sukses (menjadi apapun dan dalam bidang apapun) apakah akan mengatakan hal yang sama?  Secara lahiriah yang membuat seseorang sukses dan berhasil memang kerja keras dan usaha yang tak henti. Dan sah-sah saja seseorang mengatakan demikian. Lalu bagaimana dengan orang yang sudah bekerja keras, usaha yang giat, hingga mengeluarkan segenap daya dan upaya untuk meraih serta mewujudkan impian, tapi tak kunjung berhasil. Ini berarti, kerja keras dan usaha tak henti bukan faktor satu-satunya untuk berhasil dan menjadi sukses. Ada faktor lain. Apa itu? Sebelum menjawabnya, saya ingin bercerita tentang perusahaan Microsoft. Saat menyebut perusahaan ini, pikiran kita sepertinya akan langsung meluncur ke ...

Menghindari Kejadian yang Tak Diinginkan Soal Pakaian.

Gambar
Kejadian tak diinginkan bisa terjadi kapan dan di mana saja, termasuk Anda. Awalnya ingin tampil beda, terlihat elegan, anggun, dan merasa istimewa, tapi sayangnya semua itu luntur saat kenyataan tak seperti yang diharapkan. Kejadian ini saya dapat dari cerita enam orang teman yang mengalami langsung. Kejadiannya lagi-lagi terkait pakaian. Bukan, bukan pakaiannya robek di depan orang-orang. Atau pakaiannya melorot lalu membuat orang-orang melotot. Bukan, bukan seperti itu. Tapi, kejadian tak diharapkan itu justeru saat keenam teman saya tengah memakai pakaian yang dianggap elegan, dikira istimewa dan tak biasa, tapi malah membuat canggung dan ingin cepat-cepat pergi menghindar. Mereka beli pakaian tersebut karena merk-nya terkenal. Ditambah, mereka lihat foto dan video yang menggunakan seorang model saat mengenakan pakaian tersebut. Terlebih, pakaian tersebut katanya bisa menambah keistimewaan dengan pasangan di saat-saat istimewa.  Walhasil, dibelilah pakaian tersebut ...

Menghadapi Persoalan dan Permasalahan dalam Menjual Pakaian.

Gambar
Sebelum ini, saya cerita soal perempuan hebat yang berhasil membantu perekonomian keluarga lewat jualan pakaian, pagi ini sepertinya perlu juga untuk cerita tentang persoalan. Ya persoalan. Sebab, hidup tak melulu senang, bukan?  Dalam jualan pakaian pun ada tak senangnya. Ada permasalahannya. Dan ini dialami oleh perempuan lain, sebut saja Mbak Tunik. Awal-awal jualan, biasa saja, malah sangat semangat karena penuh harap.  Pakaian-pakaian jualannya difoto, lalu ia sebar di status WA dan group-group WA. Ia cerita setelah sebar di beberapa group, ada saja yang merespons. Sayangnya, responnya berhenti pada pertanyaan, berapa harganya. Kemudian, "biasanya akan bilang, ngobrol dulu ya Ama suami, nanti saya kabarin, ya. Dan kalimat-kalimat lain yang ujungnya tak jadi beli," terang Mbak Tunik. Hal itu terjadi berkali-kali. Hingga dua Minggu pertama, pakaiannya belum ada yang terjual. Semangatnya mulai kendor. Ia mulai jarang sebar foto pakaian jualannya ke group-group W...

Dua Perempuan Hebat yang Memilih Jualan Pakaian

Gambar
Tiba-tiba, menjelang pagi ini saya terbayang dua sosok perempuan hebat dan ingin menuliskan tentang keduanya. Karena belum mendapat izin, maka saya samarkan nama mereka. Perempuan pertama adalah ibu rumah tangga dengan satu orang anak. Suaminya bekerja di sebuah pabrik. Sayangnya, ketika pandemi, jadi salah satu orang yang dirumahkan. Dan akhirnya ia bekerja serabutan. Mereka tinggal di sebuah kontrakan. Dan hampir terusir dari kontrakan karena belum bayar uang sewa dua bulan. Nama perempuan ini, sebut saja mbak Daster.  Pertemuan dengannya terjadi ketika saya tengah silaturahmi ke teman yang rumahnya tak jauh dari tempat tinggal Mbak daster. Teman saya cerita kalau ada orang yang lagi butuh kerjaan. Ketika saya bilang, "ajak aja ngobrol dan ngopi ke sini," tak lama, sepasang suami istri dan seorang anak kecil datang.  Awalnya, si laki-laki bilang ingin cari kerja. Kerja apa saja yang penting halal. Ketika saya tanya apakah bisa jahit, ia jawab tak bisa. Bisa mengoperasikan m...