Bukan Kerja Keras Saja, Ada Faktor Lain yang Membuat Anda Berhasil Meraih Apapun.



Beberapa kali membaca kisah, mendengar cerita, hingga melihat orang yang berhasil dan sukses, kebanyakan kita akan bilang (atau bahkan mereka sendiri yang bilang) bahwa: kesuksesan mereka karena kerja keras dan usaha mereka sendiri.  

Atau Anda yang saat ini berhasil dan sukses (menjadi apapun dan dalam bidang apapun) apakah akan mengatakan hal yang sama? 

Secara lahiriah yang membuat seseorang sukses dan berhasil memang kerja keras dan usaha yang tak henti. Dan sah-sah saja seseorang mengatakan demikian.

Lalu bagaimana dengan orang yang sudah bekerja keras, usaha yang giat, hingga mengeluarkan segenap daya dan upaya untuk meraih serta mewujudkan impian, tapi tak kunjung berhasil. Ini berarti, kerja keras dan usaha tak henti bukan faktor satu-satunya untuk berhasil dan menjadi sukses. Ada faktor lain. Apa itu?

Sebelum menjawabnya, saya ingin bercerita tentang perusahaan Microsoft. Saat menyebut perusahaan ini, pikiran kita sepertinya akan langsung meluncur ke satu sosok yang menjadi salah satu orang terkaya di dunia, yaitu Bill Gates. 

Sekitar tahun 1968 Terdapat sebuah sekolah bernama Lake Side School di kota Seattle, Amerika Serikat. Di situlah awal pertama kali Microsoft tercipta. Saya tidak mau cerita soal proses terciptanya hingga menjadi salah satu perusahaan besar saat ini, karena akan sangat panjang. Saya ingin cerita tentang tiga sosok yang ada di balik lahirnya Microsoft, yaitu Bill Gates, Paul Ellen, dan Kent Evans. 

Di kisaran tahun 1968-an itu, menurut statistik dari berbagai sumber menyatakan bahwa saat itu terdapat 300 juta anak muda seusia Bill Gates sedunia. Ya, sedunia. Dari 300 juta tersebut, 18 juta anak muda tinggal di Amerika. Dari 18 juta, sekitar 100 ribu anak muda yang bisa ditemukan di Seattle. Nah dari 100 ribu-an tersebut ada 300 anak muda yang bersekolah di Lake Side School. 

Perlu diketahui juga, saat itu, di tahun itu, komputer adalah salah satu benda yang masih langka. Dan Lake Side menjadi salah satu sekolah yang akhirnya bisa memiliki satu unit komputer. 

Dari ratusan anak muda yang sekolah di situ bersama Bill Gates, Kent Evans, dan  Paul Ellen lah yang memilih untuk menekuni dunia komputer. Terutama saat mereka kuliah. Sayangnya Kent Evans meninggal di usia muda saat mendaki gunung. Hingga tersisa Gates dan Ellen. 

Lagi-lagi, sayangnya hubungan Gates dan Ellen retak setelah perusahaan Microsoft berdiri. Soal keretakan hubungan ini bisa dilihat di buku biografi Paul Ellen. Di situ ia cerita banyak soal penyebabnya. 

Nah, dari tiga orang sahabat itu, sebagai tiga orang penting dalam sejarah Microsoft, saat ini menyisakan Gates seorang di Microsoft. Ini bisa dibilang, selain kerja keras, belajar yang giat, upaya yang tak henti, Gates memiliki faktor lain, yaitu keberuntungan. Ya, faktor keberuntungan. 

Coba perhatikan cerita di atas. Dari ratusan jutavanak muda di dunia, jutaan yang tinggal di Amerika, ratusan ribu yang tinggal di Seattle, dan dari ratusan yang sekolah di Lake Side, Gates menjadi orang yang beruntung berada di sana. Bisa mengakses komputer pada usia muda. Kemudian sahabatnya Kent Evans, yang Gates nyatakan lebih pintar darinya, yang meninggal. Kemudian konfliknya dengan Paul Ellen, menggambarkan bahwa Gates adalah orang yang memiliki keberuntungan dari awal. 

Keberuntungan itu kemudian disikapi dengan kerja keras, usaha yang gigih, dan terus belajar, hingga membuat Gates seperti sekarang ini. 

Kemudian saya pun teringat awal-awal punya usaha jual beli kelapa tua. Ada faktor keberuntungan di situ. Sebab saya beruntung bertemu dengan Agus yang sedang butuh kelapa tua. Dan saya beruntung punya saudara di Banten yang punya stok kelapa tua. 

Faktor keberuntungan ini tentu saja bukan faktor yang dibuat manusia sendiri. Keberuntungan datang dari sesuatu yang melebihi manusia. Mau kerja sekeras apapun, usaha segigih apapun, dan belajar segiat apapun, akan kurang optimal hasilnya jika tidak disertai faktor keberuntungan. Karenanya, tidak ada salahnya jika meminta kepada Tuhan agar menjadi orang-orang yang beruntung. Sebab, saya sangat meyakini faktor keberuntungan ini adalah pemberian dari-Nya.

Semoga Anda menjadi orang-orang yang beruntung.

Sawangan Baru, 17122021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Antara "ro-a", "nazhoro", dan "bashoro" dalam Nahi Munkar (Kriteria Orang-Orang Beruntung pada Surat Ali Imron ayat 104. bag-5)

Keberuntungan (antara Al-Falaah, al-fauz, al-bisyr, dan al-jaza)

Antara Maksiat dan Kemungkaran dalam Nahi Munkar (Kriteria Orang-Orang Beruntung pada Surat Ali Imron ayat 104. bag-6)