Menghadapi Persoalan dan Permasalahan dalam Menjual Pakaian.
Sebelum ini, saya cerita soal perempuan hebat yang berhasil membantu perekonomian keluarga lewat jualan pakaian, pagi ini sepertinya perlu juga untuk cerita tentang persoalan. Ya persoalan. Sebab, hidup tak melulu senang, bukan?
Dalam jualan pakaian pun ada tak senangnya. Ada permasalahannya. Dan ini dialami oleh perempuan lain, sebut saja Mbak Tunik. Awal-awal jualan, biasa saja, malah sangat semangat karena penuh harap.
Pakaian-pakaian jualannya difoto, lalu ia sebar di status WA dan group-group WA. Ia cerita setelah sebar di beberapa group, ada saja yang merespons. Sayangnya, responnya berhenti pada pertanyaan, berapa harganya. Kemudian, "biasanya akan bilang, ngobrol dulu ya Ama suami, nanti saya kabarin, ya. Dan kalimat-kalimat lain yang ujungnya tak jadi beli," terang Mbak Tunik.
Hal itu terjadi berkali-kali. Hingga dua Minggu pertama, pakaiannya belum ada yang terjual. Semangatnya mulai kendor. Ia mulai jarang sebar foto pakaian jualannya ke group-group WA. Hingga sebulan berlalu.
Hingga ia menghubungi tim Alinco, awalnya ingin bicara saja. Tapi, ternyata, luapan unek-unek lah yang meluncur dari mulutnya saat bertemu dengan tim Alinco. Malah, ia mengatakan ingin berhenti jualan.
Alinco terus mendengarkan semua hal yang membuat kecewa dan sesak Mbak Tunik. Setelah selesai. Hal pertama yang Alinco bilang adalah apakah pakaiannya daganganya masih utuh? Adakah yang rusak? Mbak Tunik mengatakan enggak. Enggak ada.
"Kalau begitu, berarti aset Mbak Tunik masih ada. Mbak Tunik masih punya aset yang masih berpotensi bisa dijual dan memberi keuntungan."
Satu persatu benang kusut yang menyesakkan mbak Tunik diurai. Satu persatu pula persoalan-persoalan yang dihadapi Mbak Tunik dicari alternatif solusi dan jalan keluarnya. Terutama tentang cara jualan. Foto produk. Hingga bagaimana membuat orang lain tertarik kemudian mau membeli.
Singkat cerita, obrolan lebih dari tiga jam itu membuat mbak Tunik akan mencoba alternatif dan cara-cara jualan hasil dari diskusi dan obrolan bersama Alinco.
Beberapa menit kemudian, terlihat status WA mbak Tunik tentang promo pakaian yang ia jual. Ya, untuk awal ia menggunakan teknik promo. Tentu saja promo yang tidak merugikan.
Beberapa jam berlalu, hingga mbak Tunik mengirim pesan lewat WA ke Alinco dan bioang, akhirnya iabpecah telur. Pakaiannya ada yang beli. Malah langsung terjual 20 potong lebih.
Ya, begitulah jualan dan usaha, sama seperti kehidupan, pasti dan pasti ada kendala, masalah, dan batu sandungan yang membuat kecewa, pusing, tidak semangat, pesimis, Bahkan stres dan bisa membuat gila.
Hal-hal negatif tersebut akan terus menguasai seseorang jika ia hanya fokus di permasalahan bukan di jalan keluar. Jika ia hanya fokus di persoalan bukan di solusi.
Ya, yang perlu dilakukan saat ada kendala dan masalah adalah tenang. Sikap tenang. Tenang otak dan hati. Kemudian mengurai satu persatu persoalan yang dihadapi. lalu fokus untuk mencari jawaban, solusi, dan jalan keluar. Alinco meyakini betul setiap persoalan pasti ada jalan keluar.
Hanya saja, seringkali setiap ada permasalahan respons pertama kebanyakan orang adalah tak tenang. Kemudian emosinya naik. Keadaan diri tak stabil. Hal inilah yang membuat kemampuan berpikir logis menurun. Seperti kata orang-orang psikologi: saat emosional naik, kemampuan berpikir menurun. Dan itulah yang katanya membuat pusing, puyeng, dan tak bisa berpikir jernih.
Termasuk dalam dunia usaha dan jualan pakaian. Pasti ada saja persoalan dan permasalahan. Di antaranya seperti yang dialami mbak Tunik yang hampir menyerah dan berhenti jualan.
Ya, tak bisa dipungkiri, dalam beberapa hal, menyerah dan berhenti memang bisa menjadi jawaban. Tapi yang perlu ditegaskan adalah keputusan apapun, termasuk berhenti sekalipun, mesti diambil dengan pemikiran yang jernih dan diri (otak serta hati) yang tenang.
Seperti kata orang-orang berikut:
"sebesar dan sebesar apapun masalah yang dihadapi, cobalah untuk tetap tenang dalam senyuman."
"Seberat apapun masalah yang dihadapi, jangan ditimbang. Gak laku!"
"Seberat apapun pekerjaan akan terasa ringan jika tidak dikerjakan."
Sawangan Baru, 16122021
Komentar
Posting Komentar